ARTIKEL 3

2012

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang Masalah

 

            Dulu banyak orang menganggap orang yang memakai kerudung makin kelihatan jelek, tapi sekarang hampir semua orang muslim yang berjilbab menggunakan kerudung paris dalam kehidupan sehari- hari karena cara mengngenakannya gampang dan sangat simple dan bisa di model-model sesuai selera kita, Dan itu banyak di kenakan oleh kalangan orang tua, orang dewasa, remaja, dan anak-anak dengan motif dan model yang berbeda-beda dan kerudung paris sekarang sangat terkenal baik di dalam Negri sampai manca Negara. Prospek bisnis jilbab saat ini sangat menjanjikan, mengingat saat ini jilbab tidak hanya sekedar tuntutan bagi wanita muslim untuk menutup aurat, tetapi sudah menjadi produk fashion. Seperti layaknya model fashion yang lain, jilbab juga mempunyai trend tersendiri dan pangsa pasarnyapun sangat luas baik di kota-kota besar ataupun didaerah.

            Maka tidak aneh kalau banyak pengngusaha yang menjalankan bisnis penjualan kerudung paris, mulai dari pengngusaha kecil sampai penggusaha besar, dan penjualannya pun sangat luas mulai dari pedagang emperan toko-toko kecil di pasar sampai toko-toko besar dan di mall-mall.

Dari sekian banyak pembisnis dan penjual kerudung paris tentunya banyak sebagian penjual atau pangusaha yang hanya memiliki omset sekedarnya saja namun sebagian lainnya mampu meraih keuntungan besar, untuk menanggapinya tentu banyak strategi dan persiapan yang handal. Disinilah strategi pemasaran yang harus dilakukan para pembisnis. Strategi di maksud bisa di mulai dari pengembangan produk dan pengembangan layanan dalam bisnis kerudung paris.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

Kisah Sukses Usaha Jilbab Lima Perempuan Cacat

[SURYA] ~ Keterbatasan kemampuan tubuh ternyata memberi kelebihan dalam tekad dan semangat berusaha. Berbekal keahlian menyulam, menjahit dan ketrampilan lainnya sekelompok perempuan penyandang cacat maju ke arena persaingan pasar dengan membentuk kelompok usaha bersama (KUB) Anggrek di Dusun Ketiron, Desa-Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Barat. Dalam dua tahun saja, setiap bulan kelompok usaha ini sudah mampu mengirimkan 8.000 jilbab ke Jakarta, Surabaya serta kota-kota lainnya.

“Awalnya, dua tahun lalu, kami beranggota lima orang yang semuanya cacat tubuh. Dengan modal seadanya ternyata produksi jilbab kami laris manis,” kenang Sapto Yuli Ismiarti ditemui Surya di sela-sela acara Pasar Ramadan yang berlokasi di halaman Pemkab Pasuruan, Senin (25/8/2008). Dengan kerja kerasnya bersama empat kawannya yang lain, usaha perempuan berjilbab beranak tiga yang kakinya harus ditopang dengan besi ini berhasil berkembang pesat. Dari 5 orang itu, Yuli berhasil merekrut kawan-kawannya yang juga penyandang cacat hingga 20 orang. Bahkan Yuli dan keempat kawannya juga merekrut tenaga kerja dengan tubuh normal hingga sebanyak 30 orang.

“Usaha kami berkembang berkat binaan instansi terkait yang sangat membantu, sehingga order semakin banyak. Kami terus merekrut pekerja baik yang cacat tubuh maupun yang normal dan total mencapai 50 orang,” terang Yuli.

Kendati cacat fisik, masing-masing anggota KUB Anggrek memiliki keahlian khusus. Aprilia, perempuan dengan tinggi tubuh hanya 50 centimeter, ternyata kaki dan tangannya yang pendek itu sangat piawai mendesain motif jilbab. Lestari, yang kedua kakinya cacat, sangat ahli menjahit. “Kalau saya kebagian menyulam jilbab dan seharinya minimal dapat menyelesaikan 25 jilbab. Hasilnya dapat untuk membantu kebutuhan rumah tangga,” urai Hiroh yang tangan kirinya mengecil ini.

Harga jilbab produksi KUB Anggrek bervariasi antara Rp 4.000 hingga Rp 70.000. Jilbab yang harganya termurah umumnya dibeli oleh para jamaah haji untuk dijadikan cinderamata bagi para tamu yang bertandang. Jilbab yang dihargai Rp 70.000 kualitasnya bagus dengan disain motif sangat indah, dan peminatnya rata-rata dari kelas ekonomi menengah ke atas.

Pasar Ramadan, yang digelar oleh Pemkab Pasuruan, menampilkan produk-produk unggulan dari berbagai kecamatan di kabupaten itu. Tersedia pula tawaran paket sembako murah bagi para pengunjung. Gula yang di pasaran berharga Rp 5.500, di Pasar Ramadan dijual Rp 4.500 setiap kilonya. Beras yang harga normalnya Rp. 5.000/kilo atau Rp 15.000 untuk tiga kilo dijual dengan harga Rp 12.000 per tiga kilo.

“Pasar Ramadan digelar serempak di delapan kecamatan, dan panitia menyediakan sebanyak 5.671 paket sembako yang hanya dijual Rp 20.000 per paket,” kata Noor Edy Putranto, Kabag Perekonomian saat mendampingi Bupati Pasuruan, Dade Angga. [SuryaOnline/agustus2008]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENUTUP

 

  • KESIMPULAN

 

Belakangan ini kreasi jilbab cantik banyak diminati para hijaber atau pengguna jilbab yang sebagian besar adalah kalangan anak muda. Para mahasiswi, maupun remaja putri yang menginjak usia belasan tahun, biasanya menyukai jilbab yang nyaman ketika dikenakan serta memiliki pilihan warna yang beragam dengan motif-motif lucu yang terlihat semakin menawan ketika dipadukan dengan busana muslim yang mereka kenakan.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://www.langitperempuan.com/2008/09/kisah-sukses-usaha-jilbab-lima-perempuan-cacat/

Diakses hari Rabu, 21 November 2012 jam 10.45

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s