ARTIKEL 4

PENDAHULUAN

 

 

  1. Latar Belakang Masalah

 

Semakin banyaknya minuman dalam kemasan saat ini, menunjukkan bahwa masyarakat luas sangat konsumtif terhadap minuman yang siap saji. Tetapi mengingat dalam produk kemasan tersebut tentu saja mengandung bahan-bahan seperti pengawet, perasa, pewarna, dan sebagainya, akan mempengaruhi kesehatan masyarakat.
            Berangkat dari hal tersebut di atas, minuman segar non kemasan menjadi salah satu alternative pilihan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehat dengan rasa yang nikmat dan harga terjangkau. Sebagai contoh adalah minuman juice buah. Dalam makalah ini akan disajikan uraian tentang usaha juice buah, mulai dari persiapan usaha, penghitungan laba dan BEP, trik marketnya, produksinya, kesimpulan akhir dan juga daftar pustakanya.
            Bisnis seputar minuman yang bisa menyehatkan badan ternyata masih menjanjikan, Buktinya, produk minuman kesehatan makin banyak membanjiri pasar.
            Belakangan ini, sebagian produk minuman ringan semakin banyak membanjiri pasar dalam negeri. Beragam minuman menyegarkan ini hadir berbagai merek, bentuk, kemasan. Rasa yang ditawarkan pun beragam, mulai rasa buah-buahan, kopi, sampai soda. Namun, tidak semua produk minuman ringan digemari

Sejauh ini cukup banyak pengusaha yang sukses menjalankan bisnis minuman ini secara mandiri Ada resep menjadi kunci kesuksesan,”salah satunya harus pintar menggali potensi buah-buahan lokal untuk dikreasi sebagai bahan minuman,”. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

 

Inilah Kisah Pengusaha Sukses yang Berusia 18 Tahun

 

Bisnis aneka minuman cepat saji kian mengalir. Mulai mengusung merek pribadi hingga waralaba (franchise). Bahan dasarnya bisa susu, cincao, teh, sinom alias jamu, buah, hingga yang serba racikan sendiri. Bisnis teh kemasan siap saji misalnya, banyak diminati lantaran keuntungan yang diperoleh cukup besar, cara pembuatannya juga tak sulit.
            Meracik teh yoghurt kini menjadi andalannya. Padahal, Victor Giovan Raihan, pelajar 18 tahun ini, semula hanya iseng-iseng saja membuat minuman yang memadukan teh dan susu fermentasi ini. Hasilnya, minuman olahannya ternyata memiliki banyak penggemar.

 

“Modal awalnya Rp 3 juta dengan meminjam dari orangtua sekitar 2010. Saat ini per outlet paling apes menghasilkan Rp 2 juta per bulan. Outlet lain yang ramai bisa lebih dari itu,” aku pemilik merek Teh Kempot ini.

            Ide menamai Teh Kempot berasal dari cara orang minum teh kemasan dengan sedotan, jika teh terasa enak dan hampir habis pasti orang akan terus menyedot hingga bentuk pipinya kempot. Begitu kira-kira harapan Victor menjadikan teh yoghurt berasa paling yummy.
            Sulung dua bersaudara yang bersekolah di SMA Negeri 1 Kepanjen ini memiliki 10 outlet yang dikelola sendiri dan 17 outlet yang dikelola oleh mitranya. Bermitra dengannya cukup bayar Rp 3,5 juta dan akan mendapatkan 1 paket booth (gerobak), alat masak dan 100 cup (gelas kemasan) pertama. Dua mitra diantaranya ada di Jakarta dan Palembang, lainnya tersebar di Kota Malang.

 “Saya belum berani menjual hak dagang secara franchise karena masih sangat pemula. Jujur saja bisnis teh kemasan siap saji ini marjin keuntungannya bisa 350 persen. Kalau kuliner seperti, Bakso Mercon yang sedang saya kelola, marjin keuntungannya hanya 100 persen,” lanjut putra pasangan Sri Winarsih dan Bambang Hermanto.

Victor memang lebih dulu mengelola bisnis bakso, ketimbang teh yoghurt. Outlet baksonya baru ada lima, kesemuanya ada di Malang. Tahun ini, ia berencana nambah lima outlet. Bisnis yang dikelolanya ini belakangan berkembang ke minuman. Alasannya sederhana, kalau orang makan bakso pasti butuh minum.

 “Saya coba beli daun teh setengah matang dari pemasok, saya kelola sendiri lalu saya mix dengan yoghurt (susu fermentasi). Ada rasa lemon tea, stoberi, dan cokelat,” ujar pria yang bermukim di Jl Panji II Kepanjen ini.

Per kemasan atau segelas teh yoghurt ukuran 250 ml dijual seharga Rp 2.000-2.500. Jumlah karyawan yang bekerja padanya kini tak kurang dari 50 orang, termasuk untuk outlet bakso dan teh yoghurt.

Setiap harinya, ia bisa menghabiskan 20 kg daun teh kering untuk diproduksi atau menjadi 70 gelas. Gula yang dibutuhkan 4 kg per outlet per hari. Sedangkan kebutuhan daging untuk bakso sekitar 20 kg per hari.

“Usaha bakso tetap akan jadi core business saya karena omzetnya besar. Kalau teh hanya sampingan. Ke depan, saya akan tambah mitra di kota-kota besar, seperti Surabaya dan Sidoarjo,” lanjut Victor.

Ia mengaku, jalan yang ia tempuh dari hasil kerja kerasnya kini membawa keberuntungan yang luar biasa di usianya yang masih belia. “Saya tidak tahu jika dulu saya mengikuti anjuran ayah untuk sekolah di kepolisian apa ‘omzet’nya akan sebesar ini. Keluarga besar saya semua di jalur angkatan bersenjata. Tapi saya tidak minat mengikuti jejak tersebut,” yakinnya.
            Untuk perluasan usaha, Victor masih enggan mengajukan kredit kemana-mana. Pakai modal pribadi dan pinjam orangtua masih memungkinkan. “Toh bapak saya dapat fasilitas kredit dari bank, yakni kredit kepolisian. Saya pinjam dari situ juga,” pungkasnya.

 

 

 

 

PENUTUP

  • KESIMPULAN

Kenapa memilih usaha juice buah ?
• Rasa yang segar dan sehat sehingga dapat diterima konsumen di segala umur
• Bukan minuman musiman karena merupakan minuman kesehatan yang dibutuhkan setiap hari
• Bahan baku yang murah dan mudah didapat
• Bisnis yang modal awalnya kecil dan bisak dilakukan oleh siapa saja
• Perolehan laba/keuntungan yang cukup besar
• Proyeksi BEP yang cepat hanya 4-5 bulan
• Pangsa pasar yang terus tumbuh dan berkembang

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Sumber -> http://www.putunik.com/inilah-kisah-…-18-tahun.nick

http://forum.kompas.com/nasional/69672-inilah-kisah-pengusaha-sukses-yang-berusia-18-tahun.html

Diakses hari Rabu, 21 November 2012 jam 10.00

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s