Multinational Corporation (PT. SUZUKI INDOMOBIL)

Nama : Nadya Yasmine

NPM   : 25212222

Kelas   : 4EB25

 

  1. SUZUKI

SEJARAH SUZUKI

Sejarah Perusahaan yang besar dalam dunia Otomotif ini berawal dari Michio Suzuki, Seorang Anak dari Petani Kapas Tradisional Jepang. .Michio Suzuki dilahirkan pada 10 Februari 1887 di Kota Hamamatsu, Sebuah Kota yang dipenuhi dengan Industri Kain Tenun. Sejak Kecil, Diceritakan Michio Suzuki sangat tertarik dengan pesona keindahan alam & Dunia permesinan (khususnya mesin tenun). Suzuki Muda bekerja sebagai Tukang kayu, dan tumbuh menjadi seorang anak muda yang mau bekerja keras untuk menggapai cita-citanya yang tinggi.

Awal mula Suzuki berkecimpung di Dunia Bisnis & Produksi dimulai pada tahun 1909, Atau saat Suzuki Muda berusia 22 tahun. Pada tahun tersebut, Ia merancang sebuah alat tenun kayu yang dioperasikan dengan Pedal, dan mulai menjual produknya ke daerah sekitar Hamamatsu dengan Harga 50 Yen/Unit. Tanpa disangka, Bisnis nya berjalan baik, Produknya semakin diterima oleh para pengrajin kain tenun. Atas dasar inilah, Suzuki kemudian mendirikan Suzuki Loom Works di Daerah Tenjin (Sekarang Kota Nakajima), Hamamatsu. Bisnisnya berkembang sangat pesat, Order yang diterima kini meliputi seluruh wilayah Shizuoka, serta Wilayah yang masih berdekatan. Otomatis, Harga Mesin Tenun Suzuki pun naik, Dan membawa keuntungan yang luar biasa bagi seorang Michio Suzuki. .Mendulang keuntungan yang berlimpah, Bukan berarti Suzuki lantas hanya menikmati hasilnya. Michio Suzuki justru menjadi lebih inovatif serta membuat karya-karya lainnya. Beberapa diantaranya seperti Mesin tenun yang mampu menghasilkan 2 Lapis Kain (Hasil karya ini kemudian mendapat Hak Paten pada tahun 1912), Serta selanjutnya Ia memperkenalkan Mesin tenun yang mampu menghasilkan 4 lapis kain hanya dengan sekali kerja saja.

Mesin Tenun Suzuki

Sebelas tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1920, Michio Suzuki memutuskan untuk memperkenalkan bisnis nya di bursa saham. Hal ini terpaksa dilakukan, Lantaran Michio Suzuki membutuhkan Modal untuk bisa Melanjutkan Inovasi terbaru, Melakukan Ekspansi Bisnisnya, Serta untuk memenuhi permintaan dari pasar yang semakin berkembang, Terutama permintaan ekspor ke Mancanegara. Atas dasar Inilah, Michio Suzuki kemudian mendirikan Suzuki Loom Manufacturing Company, Inc (Suzuki Jidosha Kogyo), Pada 15 Maret 1920. Perusahaan ini dipimpin oleh 72 pemegang saham, Yang masing-masing memberikan Modal Luar Biasa bagi Michio Suzuki, Sehingga perusahaan ini berkebang pesat. . . Hanya dalam kurun waktu 2 tahun, Suzuki Loom Manufacturing Company (Suzuki Jidosha Kogyo) telah dinobatkan menjadi perusahaan perkakas tenun terbesar di Jepang.

Austin Seven 737 cc

Perusahaan ini kembali bertambah maju, Seiring dengan Ekspansi Mesin Tenun nya ke Berbagai Negara di Asia Tenggara. Sayangnya, Karena Perang Besar dengan China pada akhir tahun 1930-an, Kondisi Ekonomi Jepang menjadi carut-marut, Serta Permintaan mesin tenun semakin berkurang.

Suzuki lantas tak berdiam diri & berhenti ber inovasi, Ia kemudian memulai langkahnya di bidang Automobile (Roda 4). Didasari atas pemikirannya tentang 20.000 kendaraan diimpor Jepang tiap tahunnya, Angka ini belum bisa memuaskan permintaan pasar akan kendaraan kelas ringan yang murah. Michio Suzuki pun melihat celah pasar ini dan memulai langkah pertamanya di Bidang Otomotif . Saat itu Tim riset Suzuki membeli sebuah Mobil Austin Seven dari Inggris,  Mobil ini kemudian dipreteli dan dipelajari. Setelah beberapa bulan kemudian berdasarkan pengalaman mereka membuat Produk Mesin Tenun, Suzuki telah mampu membuat replika dari mobil 737 cc buatan inggris tersebut. Sayangnya, Saat itu timing Suzuki merilisnya sangat tidak tepat, Lantaran Jepang sedang bersiap untuk berperang. Proyek ini terbengkalai dan Austin Seven versi Suzuki tidak pernah diproduksi massal.  Sebenarnya, Proyek ini memang bukanlah ide yang original, Karena mobil pertama dari Pabrikan Nissan juga berdasarkan pada Austin Seven.

Akan tetapi, Produk Suzuki Replica Austin Seven tersebut tak akan pernah bisa dilupakan oleh sejarah dunia Roda 4 Jepang. Pasalnya, Suzuki mampu membuat Mobil yang memiliki Power yang mempesona yakni 13 HP @ 3.500 RPM & Timing pengapiannya dinilai sebagai produk yang terbaik kala itu.

Di masa peperangan, Suzuki beralih memproduksi Peralatan Perang (Baca : Persenjataan) untuk Tentara & Angkatan Laut Jepang. Puncaknya, Pada tahun 1939-1940 Suzuki hanya menyisakan sekitar 15 % untuk Produksi Mesin tenun & 10 % untuk Produksi Mesin pembuat Kain Sarung. Beberapa Peralatan Perang (persenjataan) yang pernah dibuat oleh Suzuki antara lain Granat Tangan (Hand Grenade), Senapan Mesin (Machine Gun) & Bom Mortar.

Dari sinilah Perusahaan milik Michio Suzuki ini berkembang pesat. Karena dengan kuantitas produksi Suzuki yang buanyaakk tersebut (Tentara Jepang dulu terkenal dengan persenjatannya, Buktinya bisa menjajah Tanah Air kan Brosist), Michio Suzuki bersama perusahaannya belajar bagaimana memaksimalkan output produksi.

Berkat keberhasilan di Divisi persenjataan itu pula lah, Suzuki akhirnya berhasil meneruskan ambisinya untuk berkecimpung di dunia otomotif. Lantaran di tahun 1941, Tokyo Automobile Industries Company, Inc (Sekarang menjadi Isuzu Motor Company) menunjuk Suzuki sebagai sub-kontraktor untuk membuat sparepart kendaraan perang. Saat itu, Suzuki diminta untuk memproduksi part seperti Kruk-As, Piston, Blok Mesin, dll, Untuk kendaraan perang tentara Jepang yang bermesin 6 Silinder. Ini tentu membuat keinginan Michio Suzuki yang suatu saat bisa memproduksi Mobil kembali terbuka lebar, setelah sebelumnya mengalami kegagalan. Berkat hal ini pula lah, Suzuki belajar dan memperdalam ilmu mengenai proses manufakturing roda 4 beserta segala perniknya, yang nanti akan berguna saat Suzuki berkecimpung lebih jauh di Dunia Otomotif.

Suzuki & Masa Sulit Setelah Perang Dunia II

Dengan sangat cepat, Keuntungan Suzuki pun berlipat ganda. Setelah hanya mendapat Laba Bersih hanya sekitar 600.000 Yen di Bulan November 1943, Keuntungan Suzuki naik hingga 2,1 juta yen di akhir tahun 1944. Sayangnya, sebelum Suzuki berkembang lebih jauh di Industri Persenjataan & Roda 4, Jepang dilanda gempa bumi Tonankai. Gempa Bumi ini menewaskan hampir seperempat dari Karyawan Suzuki & menghancurkan hampir semua mesin serta alat berat yang dimilikinya. Belum cukup sampai disitu kemalangan yang diterima Michio Suzuki, beberapa saat kemudian Pesawat Bomber B-29S milik Amerika membombardir daerah di sekeliling Pabrik Suzuki di Hamamatsu.

Akhirnya, Pihak militer Jepang memerintahkan Suzuki untuk membubarkan aktivitas manufaktur mereka di bekas lokasi tersebut. Mereka kemudian menyiapkan 2 tempat di dataran tinggi sekitar Hamamatsu sebagai tempat relokasi Pabrik Suzuki sebelumnya, Yakni Aioi Town & Takatsuka. Akhirnya Suzuki pun membangun pabriknya menjadi 2 divisi secara terpisah. Hal ini ditujukan agar Suzuki (yang saat itu sebagai penyuplai persenjataan jepang) tak mudah terendus keberadaannya oleh pihak Sekutu.

Namun, nasib berkata lain. Pada tanggal 30 mei 1945, sebelum Pabrik Suzuki baru tersebut beroperasi, Jepang kembali dihujani Bom oleh Pasukan Udara Sekutu. Sebanyak 70 Pesawat Bomber Boeing B-29 milik Amerika menghujani Pabrik Suzuki dengan 3.000 Bom Aktif & 80.000 Bom Molotov. 95 % Pabrik Baru Suzuki di Aioi Town hancur lebur, beserta dengan kantor pusat Suzuki, Puluhan mesin produksi, 7 gudang persenjataan, dan menewaskan 177 karyawan Suzuki.

Beruntung, Pabrik baru mereka di Kota Takatsuka belum sempat dibombardir oleh sekutu, Karena tak lama berselang, pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat pada sekutu. Beberapa saat kemudian, Suzuki membiarkan sisa puing-puing bekas bangunan yang luluh lantak di Aioi Town, dan memindahkan kantor pusat nya ke Kota Takatsuka.

Seperti halnya perusahaan Jepang lain yang mengalami kegagalan saat Jepang menyerah pada sekutu (Honda pun mengalaminya), Suzuki pun harus memulai kembali usahanya dari Nol. Michio Suzuki beserta segenap jajaran petinggi suzuki yang tersisa, mencoba untuk bangkit menemukan apa yang bisa mereka produksi di masa sehabis perang. Saat itu, Suzuki memilih untuk memproduksi pacul, sabit, drum tangki, beberapa sparepart roda 4, Pemasak Elektrik & Harmonika yang bernama Orion, karena produk tersebut tak bersinggungan dengan Sekutu yang masih berkuasa di Jepang. Keadaan perusahaan semakin bertambah parah, ketika Suzuki terpaksa harus memecat 350 orang karyawan nya.

Beruntung, Beberapa saat kemudian Pemerintahan Jepang (saat itu masih dikuasai sekutu) memberikan perizinan kepada suzuki untuk kembali memproduksi mesin tenun. Ini tentu bukanlah hal yang sulit bagi Suzuki, Karena sebelumnya mereka memang telah berpengalaman memproduksi mesin tenun. Akhirnya, Munculah sosok Shunzo Suzuki, Putra Michio Suzuki, yang kemudian dipercaya untuk menjadi Direktur Eksekutif & Kepala Bidang Penjualan Suzuki. Dengan kembalinya Suzuki memproduksi mesin tenun, Laba yang mereka hasilkan pun bertambah. Namun keuntungan sebesar 5,9 Juta Yen yang mereka dapat, Jelas belum mampu menutupi biaya yang hilang karena hancurnya pabrik mereka di Aioi Town.

Suzuki & Toyota

Keadaan tak kunjung membaik hingga tahun 1950, Dimana Suzuki harus makin banyak mengurangi karyawannya karena order mesin tenun yang terus memburuk. Bayangkan saja Pabrik Suzuki yang mampu memproduksi hingga 500 unit mesin tenun per bulan, Kini hanya menerima pesanan sebanyak 25 unit saja. Ini tentu menyebabkan Suzuki terjerembab dalam kerugian yang sangat besar.

Michio Suzuki lantas memilih untuk meminjam uang kepada Bank Komersil sebesar 130 Juta Yen sebagai modal awal untuk membangun kembali pabrik beserta usahanya. Bank kemudian memberikan pinjaman, Namun hanya maksimal 110 Juta Yen saja. Otomatis, Michio Suzuki pun harus memikirkan langkah untuk mendapatkan sisa uang yang diperlukan.

Akhirnya di tahun 1951, Michio Suzuki bertemu dengan Ishida Taizo, Selaku Presiden dari Toyoda Automatic Loom Works, Inc (Sekarang menjadi Toyota Industries) yang sama-sama bergelut dalam produksi mesin tenun. Ishida Taizo bersedia meminjamkan sisa uang yang dibutuhkan oleh Michio Suzuki, Plus membagi order Mesin Tenun Toyoda kepada Suzuki, Dengan catatan seorang anggota Toyoda harus berada di jajaran direksi Suzuki. Perusahaan Suzuki pun akhirnya dirombak, Dimana kini Shunzo Suzuki bertindak sebagai Direktur Utama & Kuwafuji Shuntaro (Orang Toyoda) bertindak sebagai Eksekutif Direktur.

Motor Pertama Suzuki

Masih di tahun 1951, Disinilah awal mula Suzuki berkecimpung di Dunia Otomotif Roda 2. Setelah sukses kembali bangkit memproduksi mesin tenun, Suzuki kini mencoba untuk merambah ke dunia sepeda motor. Hal ini didasari atas sebuah ide dari Shunzo Suzuki, yang selalu kesulitan menggowes sepedanya karena angin kencang, setelah pulang memancing ikan (Memancing adalah Hobby Shunzo). Setelah pulang keletihan karena harus menuntun sepedanya, Ia terfikirkan untuk menambahkan sebuah mesin mini ke sepeda miliknya.

Meskipun ide tentang Sepeda bermesin ini bukanlah yang pertama (Bahkan Soichiro Honda, bersama Honda A-Type nya juga punya ide yang sama persis), Tapi Shunzo Suzuki tak patah arang. Ia kemudian bertemu dengan Kepala Divisi Desain Permesinan Suzuki, Maruyama Zenku, dan menceritakan keinginannya. Maruyama Zenku yang kenyang pengalaman permesinan (Bahkan dulu terlibat proyek Mobil Suzuki Austin Seven), Tentu saja mampu mewujudkan keinginan dari Shunzo. Mereka berdua akhirnya merakit sebuah sepeda motor prototype dengan mesin 2-Tak, 30cc berpower 0,2 HP yang akhirnya berhasil selesai dibuat di tahun 1952. Inilah yang menjadi Motor Prototype pertama Suzuki sepanjang sejarahnya di Dunia Roda 2, Yang sekaligus menandakan awal mula Suzuki berkecimpung di Dunia Industri Roda 2.

 

 

SEJARAH PT. SUZUKI INDOMOBIL

  1. Suzuki Indomobil Motor merupakan sebuah perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang berdiri dengan kekuatan 5 (Lima) buah perusahaan. Perusahaan tersebut adalah sebagai berikut :
  2. PT. Indohero Steel & Engineering Co.
  3. PT. Indomobil Utama.
  4. PT. Suzuki Indonesia Manufacturing.
  5. PT. Suzuki Engine Industry.
  6. PT. First Chemical Industry.

Lima perusahaan tersebut bergabung (Merger) dengan persetujuan dari Presiden Republik Indonesia melalui surat pemberitahuan tentang persetujuan Presiden dari Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPN) nomor 05 / I / PMA / 90 tertanggal 1 Januari 1990, dan diperingati sebagai tanggal berdirinya PT.Indomobil Suzuki International, yang bergerak dalam bidang usaha Industri Komponen dan Perakitan kendaraan bermotor Merk SUZUKI roda dua (Sepeda Motor) dan roda empat (Mobil). Berikut ini merupakan perjalanan PT. Suzuki Indomobil Motor memulai eksistensinya :

  • 1976

Di bawah kepemiminan Soebronto Laras, Group Suzuki memulai produksi kendaraan bermotor roda empat dengan produk pertamanya Pick Up ST 10 dan Mobil Penumpang Suzuki Fronte.

  • 1977

Sejalan dengan program lokalisasi pemerintah, Suzuki mengembangkan kendaraan untuk keperluan komersial, yaitu Super Carry ST 20.

  • 1979

Produksi dengan kendaraan serbaguna Suzuki Jimmy LJ 80 dimulai dan beberapa sepeda motor, antara lain : GP 100, GP 125 dan Trail TS 100.

  • 1981

Suzuki Jimny LJ 80 dikembangkan lebih lanjut menjadi SJ 410 dengan pemanfaatan mesin empat selinder dengan kapasitas 1000cc, yang dikemudian hari menjadi mesin standart untuk produk kendaraan bermotor roda empat Suzuki di Indonesia.

 

 

  • 1983

Kendaraan komersial Suzuki ST 100 diluncurkan untuk menggantikan ST 20.Pada waktu yang bersamaan, setiap mesin dari kendaraan bermotor roda empat Suzuki telah melalui proses standarisasi.

  • 1986

Suzuki mendapatkan penghargaan “Market Leader Award” untuk kategori kendaraan R4.

  • 1990

Kendaraan penumpang Suzuki Forsa Amenity mulai diperkenalkan untuk permintaan pasar yang meningkat untuk kelas sedan 1300cc.

  • 1991

Peluncuran sepeda motor Suzuki RG 150, Suzuki Crystal dan Suzuki TRS X-2 melengkapi koleksi sepeda motor Suzuki di Indonesia. Pada tahun yang sama, kendaraan komersial Suzuki Carry 1.3 Futura dan kendaraan penumpang Suzuki Esteem juga diperkenalkan ke pasaran.

  • 1993

Suzuki Vitara, kendaraan serbaguna dengan kenyamanan kendaraan penumpang dan kapasitas penjelajah penggerak empat roda (4WD) mulai diperkenalkan dipasaran.

  • 1994

Kesuksesan Vitara diikuti dengan memperkenalkan Escudo, generasi penerus Vitara dengan penggerak roda dua.

  • 1995

Dengan semakin banyak komponen lokal yang terpasang, Suzuki Sidekick melengkapi permintaan pasar dengan harga lebih murah dari Suzuki Escudo.

  • 1996

Sementara itu dikelas sedan, Suzuki Esteem 1.6 yang telah berkiprah selama dua tahun pun mendapat perhatian dengan meluncurkan Suzuki Baleno 1.6

  • 1998

Terjadinya krisis ekonomi, sedikit menunda peluncuran tipe baru dikelas 1000cc, Suzuki karimun. Kendaraan perkotaan yang bersahabat dan sangat efisien ini sempat meraih predikat kendaraan terfavorit di Jepang.

  • 1999

Agar tercapai efisien yang tinggi, sejalan dengan kebijakan pemerintah mengenai pajak, Suzuki Baleno 1.6 menurunkan kapasitas mesinnya menjadi 1500cc.

 

  • 2001

Sejalan denga perekonomian kian membaik, Suzuki memperkenalkanm generasi penerus Escudo dengan kapasitas mesin lebih besar yaitu 2000cc dengan model lebih sporty. Untuk masyarakat lebih dikenal dengan Escudo 2.0.

  • 2002

Dengan munculnya trend baru kendaraan mini MPV, Suzuki meluncurkan produk andalannya dengan nama Suzuki Aerio yang mendapat sambungan hangat di masyarakat.

  • 2003

Dengan kondisi pasar yang semakin kondusif, Suzuki meluncurkan produk berteknologi tinggi Grand Escudo XL-7 (Extra Large & Seater). Sedangkan untuk memenuhi permintaan pasar akan kendaraan SUV kelas menengah dengan harga terjangkau, diluncurkan Escudo 1.6. pada tahun yang sama pula dilakukan peremajaan terhadap Suzuki Baleno dengan diperkenalkannnya Baleno Next-G. Sementara itu Suzuki Carry 1000 cc yang legendaris pun diperbaharui dengan diluncurkannya minibus Personal Van.

  • 2004

Melengkapi sederetan kendaraan yang telah PT. SIM produksi, pada bulan Juni 2004 sebuah kendaraan serbaguna Suzuku APV diluncurkan ke masyarakat. Pada jenis mobil ini, sangat diminati oleh masyarakat karena kapasitas mobil yang besar dan kualitas yang bagus serta harga yang terjangkau sehingga cukup menempati di hati masyarakat.

  • 2005

Tahun ini merupakan perkembangan yang pesat dari produk yang menjadimother plan APV. Karena mengembangkan beberapa varian agar fasilitas, kenyamanan, dan model inovatif yang semakin elegant dan semakin meningkatkan ketertarikan konsumen terhadap produk APV.

  • 2006
  1. SIM PlantTB II terus berinovasi untuk mengembangkan produk agar tetap diterima di masyarakat dan selalu menjadi yang terdepan oleh karena itu, pada tahun ini, Suzuki mencoba mengembangkan produk dengan meluncurkan produk baru yaitu Grand Vitara, APV Euro, Futura Euro, APVOtomotic, APV Face to Face. Untuk tipe varian Euro, mempunyai tujuan khusus yaitu menciptakan produk yang beremisi rendah dan ramah lingkungan.
  • 2007

Pada tahun ini Suzuki melihat pasaran bahwa konsumen sekarang lebih mendambakan mobil yang kecil dan sporty maka PT. SIM Plant TB II mencoba memproduksi Suzuki Swift yang desainnya sesuai dengan yang diharapkan konsumen dan ternyata berhasil menarik minat dari konsumen. Untuk APV terus mencoba mengembangkan dari segi desain dan kualitas serta fasilitasnya sehingga pihak Suzuki memproduksi APV GA2. Sedangkan untuk kendaraan berfungsi untuk mempermudah konsumen dalam pengangkutan barang, Suzuki menyadari bahwa jenis kendaraan in sangat dibutuhkan oleh konsumen niaga sehingga perusahaan ini memproduksi Suzuki Carry 1000 ST 100 Euro.

  • 2008

Pada tahun 2008, Suzuki sedang dalam tahap memposisikan diri agar lebih diminati masyarakat yaitu dilakukan dengan cara perubahan image produk Suzuki menjadi Passenger Van, karena itu pada tanggal 17 Januari 2008, Suzuki meluncurkan kendaran tipe baru berjenis sedan yaitu Suzuki NeoBaleno. Dengan desain yang lebih bersahabat terhadap masyarakat dengan mesin yang tidak berisik dan sangat nyaman untuk dikendarai.

Lokasi kantor pusat PT. Suzuki Indomobil Motor berada di Wisma Indomobil di Jalan. MT. Haryono, Kav. 8, Jakarta Timur. Kantor Pusat ini didukung oleh 314 karyawan, sedangkan untuk lokasi pabriknya tersebar dibeberapa tempat, antara lain di Pulogadung, Cakung, dan di Tambun.

 

 

 

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan :

  • Keuntungan yang tinggi
  • Teknologi yang canggih
  • Merk yang sudah mendunia
  • Ukuran dan Skala Perusahaan Induk
  • Kemampuan Efektif Periklanan Global
  • Penekanan yang tinggi pada penelitian dan penembangan , terutama di motorsport
  • Pendirian saluran distribusi pasar
  • Suzuki Motors produsen mobil , Mesin, Sepeda Motor, ATV , Outboard Motor
  • Memiliki lebih dari 50.000 karyawan secara global

Kelemahan :

  • Inefesiensi kerja
  • Beban Utang yang Tinggi
  • Reputasi Rusak

 

 

Masalah Pabrik Suzuki dengan Warga Sekitar di Indonesia

Calon pembeli mobil Suzuki bisa jadi harus lebih bersabar menanti mobil idaman. Pasalnya, sekitar 3.000 karyawan PT Suzuki Indomobil Motor di Tambun, Bekasi, yang mengurusi produksi, dan karyawan PT Suzuki Indomobil Sales yang mengurusi penjualan mobil Suzuki, sedang mogok kerja.

Belum jelas sampai kapan mereka akan menggelar mogok kerja yang sudah berlangsung sejak Senin (24/4). Asal tahu saja, pabrik ini menjadi basis produksi mobil Suzuki Carry, Mega Carry, Suzuki APV dan Ertiga di Indonesia. Jika berlangsung terus, bisa-bisa produksi di pabrik Suzuki bakal terganggu.

Sebagai gambaran, dalam kondisi normal, produksi mobil Suzuki mencapai 650 unit per hari. Taruh kata aksi mogok ini berlangsung lima hari. Alhasil, Suzuki kehilangan produksi 3.250 unit mobil.

Aulia Hafiz Osman, Pengurus Serikat Pekerja PT Suzuki Indomobil Motor-PT Suzuki Indomobil Sales, menuturkan aksi mogok ini merupakan aksi spontanitas karyawan Suzuki. “Aksi ini murni dari karyawan yang sudah selama empat bulan tidak terpenuhi haknya,” ujarnya kepada KONTAN, Selasa (24/4).

Ada sejumlah tuntutan yang mereka ajukan ke manajemen perusahaan otomotif ini. Salah satunya adalah penerapan upah minimum Kabupaten (UMK) Bekasi tahun 2012. Sesuai ketetapan Gubernur Jawa Barat, UMK Bekasi sebesar Rp 1,87 juta per bulan. Sejauh ini, Suzuki Indomobil masih menerapkan UMK Rp 1,43 juta per bulan.

Selain masalah UMK, menurut Aulia, Suzuki Indomobil masih berutang sejumlah kewajiban sejak tahun 2009 hingga sekarang. Misalnya, perusahaan ini belum membayar rapelan (akumulasi) selisih kenaikan upah sejak tahun 2009 hingga tahun 2012.

Mereka juga menuntut kompensasi atas penambahan jam kerja. Maklum, Suzuki menerapkan jam kerja lebih awal 15 menit dari sebelumnya.

Nah, menurut Aulia, aksi mogok kerja ini akan berhenti jika manajemen Suzuki Indomobil mau memenuhi tuntutan mereka. “Sampai saat ini kami belum menerima itikad baik ini,” katanya.

Akira Utsumi, Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Motor-PT Suzuki Indomobil Sales, berjanji akan menyelesaikan persoalan ini. Dia menyatakan, Suzuki Indomobil masih bernegosiasi dengan para perwakilan karyawan.

Utsumi juga menjamin, produksi Suzuki tak terganggu. “Aktivitas pabrik Suzuki berjalan seperti biasa, selama kami melakukan negosiasi dengan pekerja,” klaimnya.

Joko Utomo 4W Marketing Plannin

Warga Kampung Bajaj RW 02 Kelurahan Jati Mulya Tambun Selatan hanya bisa pasrah menyaksikan semburan asap dari pabrik perakitan motor Suzuki. Sudah bertahun-tahun peristiwa ini berlangsung, pabrik motor Suzuki hanya janji-janji saja untuk menyelesaikannya.

Warga RT 02, 03 dan 05/RW 02 yang ada di sekitar pabrik sangat mengkhawatirkan kondisi tersebut. “Asap yang keluar dari cerobong sering bikin sesak nafas dan baunya sangat menyengat,” ujar warga. Sedikitnya ada 90 Kepala Keluarga (KK) yang terkena langsung akibat kecerobohan itu.

Pantauan tubasmedia.com perusahaan perakitan motor/mobil Suzuki menguasai area sekitar tiga hektar. Ribuan mobil yang menunggu finishing touch terlihat jelas parkir di area tersebut.Kemegahan yang ditampilkan ternyata berbanding terbalik dengan kondisi warga yang ada di belakang area pabrik. Pencemaran udara, pencemaran air menjadi ancaman nyata warga di kampung Bajaj Jati Mulya, Tambun Selatan.

Setiap ada yang mengkritisi masalah pencemaran lingkungan Suzuki hanya menjanjikan akan memindahkan posisi cerobong asap supaya tidak mengancam kesehatan kehidupan warga sekitarnya. Ternyata bukan hanya pabrik rakitan motor Suzuki yang menyumbang pencemaran lingkungan. PT Delta Djakarta yang memproduksi minuman alkohol dan soda juga melakukan hal yang sama.

 

 

 

SUMBER :

https://detiksuzuki.wordpress.com/tag/kekurangan-suzuki/

http://www.tubasmedia.com/suzuki-semburkan-asap-dan-bau-menyengat/

http://industri.kontan.co.id/news/ribuan-pegawai-suzuki-mogok-kerja

http://ikhwalrizky.blogspot.co.id/2012/11/profil-pt-suzuki-indomobil_4041.html

http://www.wikiwealth.com/swot-analysis:suzuki

http://www.mbaskool.com/brandguide/automobiles/1309-suzuki-motors.html

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s